BOJONEGORO (RadarJatim.id) – Komitmen generasi muda dalam memperkuat budaya antikorupsi kembali ditunjukkan melalui prestasi M. Faiz Chishomuddin, mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Pemuda asal Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur ini berhasil lolos sebagai salah satu dari 50 peserta terbaik dalam Bootcamp Antikorupsi Nasional Sinergi Integritas Muda Indonesia (SINTESIS) 2026 yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
SINTESIS merupakan program pendidikan antikorupsi yang dirancang KPK untuk membentuk pemimpin muda yang memiliki integritas, kepemimpinan, serta kemampuan menginisiasi gerakan antikorupsi di daerah masing-masing. Tahun ini, program akan berlangsung pada 20–24 Juli 2026 di Gedung Merah Putih dan Anti-Corruption Learning Center (ACLC) KPK RI Jakarta, Bapekom-PU Wilayah IV Bandung, serta Politeknik STIA LAN RI Jakarta.
Untuk mengikuti program tersebut, peserta harus melalui serangkaian seleksi yang meliputi administrasi, wawancara daring, bimbingan teknis interaktif, hingga presentasi rencana aksi integritas. Dari ratusan pendaftar dari berbagai provinsi di Indonesia, hanya 50 peserta yang dinyatakan lolos sebagai delegasi nasional.
Faiz merupakan pemuda asal Desa Sumbertlaseh, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro. Selain aktif sebagai mahasiswa Unesa, ia juga dikenal aktif dalam berbagai kegiatan kepemudaan, pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.
Sejumlah capaian yang pernah diraihnya di antaranya, Mahasiwa Berprestasi Fakultas Psikologi Unesa, Juara II Pemuda Pelopor Bidang Pendidikan Kabupaten Bojonegoro Tahun 2025, Awardee Fully Funded International Volunteer and Youth Fellowship Malaysia–Singapura Tahun 2026, serta penerima pendanaan Pertamina Foundation melalui program inovasi sosial di Kampung Dolly Surabaya.
Menurut Faiz, kesempatan mengikuti SINTESIS menjadi ruang belajar sekaligus tanggung jawab untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Saya bersyukur mendapatkan kesempatan menjadi peserta SINTESIS KPK RI 2026. Program ini bukan sekadar pelatihan, tetapi ruang untuk belajar, memperluas jejaring, dan menyusun langkah nyata agar nilai-nilai integritas dapat tumbuh di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda,” ujarnya, Jumat (17/7/2026).
Sebagai tindak lanjut, Faiz telah menyiapkan Gerakan NALAR (Narasi dan Aksi Pemuda Berintegritas) yang akan diimplementasikan setelah mengikuti bootcamp.
Program tersebut terdiri atas empat pilar utama, yaitu Nalar Edu yang berfokus pada pendidikan antikorupsi melalui kelas integritas, seminar, dan webinar; Nalar Media melalui kampanye digital berbasis media sosial; Nalar Kader yang bertujuan mencetak agen integritas di sekolah, perguruan tinggi, dan organisasi kepemudaan; serta Nalar Aksi sebagai ruang kolaborasi berbagai komunitas dalam mengimplementasikan budaya antikorupsi secara berkelanjutan.
Menurutnya, seluruh rangkaian tersebut dirancang sebagai satu ekosistem yang saling terhubung. Ia tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi semata, tetapi berlanjut menjadi gerakan kolektif yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
“Harapan saya, ilmu dan pengalaman selama mengikuti SINTESIS dapat saya implementasikan melalui Gerakan NALAR bersama pemerintah daerah, sekolah, kampus, komunitas, dan organisasi kepemudaan,” tandas Faiz.
Ditambahkan, perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Ketika semakin banyak anak muda memilih jujur, bertanggung jawab, dan menjaga integritas, lanjutnya, maka hakikatnya sedang membangun masa depan Bojonegoro yang lebih baik.
Gerakan NALAR dirancang untuk dikembangkan bersama berbagai mitra strategis, di antaranya Inspektorat Provinsi Jawa Timur, Forum Penyuluh Antikorupsi (PAKSI) Jawa Timur, Inspektorat Kabupaten Bojonegoro, Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bojonegoro, Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Patriot Integritas Muda, Forum Pemuda Pelopor Bojonegoro, Duta Pelajar Antikorupsi Jawa Timur, serta berbagai organisasi kepemudaan lainnya.
Keikutsertaan Faiz dalam Bootcamp Antikorupsi Nasional KPK RI turut mendapat apresiasi dari berbagai pemangku kepentingan di Jawa Timur dan Bojonegoro. Dukungan tersebut diharapkan menjadi awal lahirnya kolaborasi yang lebih luas dalam memperkuat pendidikan karakter, membangun budaya integritas, dan menumbuhkan generasi muda yang berani menjadi pelopor antikorupsi di lingkungan masing-masing.
Dengan keberhasilannya menembus seleksi nasional SINTESIS 2026, Faiz tidak hanya membawa nama baik Bojonegoro dan Universitas Negeri Surabaya di tingkat nasional, tetapi juga membawa komitmen untuk menghadirkan gerakan nyata yang mampu memperkuat budaya integritas sebagai fondasi pembangunan masyarakat yang bersih, jujur, dan bertanggung jawab. (sha)







