SIDOARJO (RadarJatim.id) — Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasat Resnarkoba) Polresta Sidoarjo memberikan imbauan dan peringatan keras kepada para pelajar SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo (SMAMDA) mengenai bahaya nyata penyalahgunaan narkotika. ‘Tidak Ada Satupun Kebaikan di Narkoba’.
Hal itu ditegaskan jajaran Kepolisian Polrestas Sidoarjo, yakni Wakapolres AKBP Mohammad Zainur Rofik, S.I.K. Kasat Narkoba Polresta Sidoarjo Kompol Dwi Gastimur Wanto dan Wakasat Intelkam Polresta Sidoarjo AKP Agung Priyanto, SH saat menjadi tamu kunjungan di SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo, pada (20/7/2026) pagi.
Dihadapan ribuan siswa SMAMDA Kompol Dwi Gastimur Wanto menjelaskan beberapa jenis narkoba yang marak beredar dan didengar oleh masyarakat, seperti ganja dan sabu. Namun, jenis obat terlarang yang paling sering diminati dan disalahgunakan oleh anak-anak usia SMA adalah pil koplo (pil dobel L atau dobel Y).
Ia memahami karakteristik psikologis anak muda, khususnya pelajar SMA, yang kerap kali memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan cenderung menantang larangan.
“Kalau anak SMA itu tipikalnya susah dilarang, dan dilarang pun biasanya malah ingin cari tahu. Karena dulu juga saya sama-sama SMA, saya juga pernah merasakan seperti teman-teman, semakin dilarang semakin cari tahu,” ungkapnya di hadapan para siswa.
Namun, ia menegaskan dengan kalimat lugas agar para siswa siap menanggung konsekuensi berat jika nekat melanggar hukum. ‘Satu kata saya, silakan dicoba dan tanggung sendiri akibatnya.’
Ia juga meminta para pelajar untuk melihat fakta sosial yang ada, baik melalui platform digital seperti YouTube maupun berita di berbagai media, bahwa tidak pernah ada dampak positif dari barang haram tersebut.
“Tidak ada satupun kebaikan di narkoba, tidak ada satupun hal positif di narkoba. Yang ada, teman-teman hanya merasa gagah, merasa satu komunitas, yang ending-nya akan berakibat buruk bagi teman-teman sendiri dan bagi keluarga teman-teman sekalian,” tegasnya.
Sebelumnya Wakapolres Sidoarjo AKBP Mohammad Zainur Rofik juga menghimbau para siswa untuk selalu mematuhi tata tertib sekolah dan menjauhi segala bentuk kenakalan remaja, seperti tawuran, keterlibatan dalam geng motor, penggunaan knalpot brong hingga aksi balap liar.

“Jangan sampai masa depan dan cita-cita adik-adik terhambat hanya karena tercatat dalam rekam jejak kriminalitas. Sekali kalian terlibat tindak pidana. Hal itu, akan menjadi catatan kepolisian yang bisa mempersulit masa depan kalian,” himbaunya.
Wakapolresta Sidoarjo juga mengajak para siswa bijak dan cermat dalam Bermedia Sosial (Literasi Digital). Sebagai generasi digital native, siswa diingatkan gadget dan internet bagaikan pisau bermata dua.
“Kami meminta siswa untuk menerapkan prinsip ‘Saring sebelum Sharing’. Jadi gunakan rumus itu, untuk menangkal penyebaran berita bohong (hoaks), menghindari ujaran kebencian serta mencegah perilaku perundungan siber (cyberbullying),” ajak Wakapolresta Sidoarjo didampingi Kepala SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo M. Zainul Arifin.(mad)







