KEDIRI (RadarJatim.id) – Sejumlah siswa di Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, dilaporkan mengalami keluhan mual, muntah, pusing, hingga diare diduga setelah menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, hingga Senin (27/7/2026) pihak sekolah maupun pemerintah belum menyimpulkan penyebab pasti keluhan tersebut.
Kepala SMP Negeri 1 Kras, Soedjito, mengatakan, jumlah siswa yang mengajukan izin sakit meningkat sehari setelah menu MBG dibagikan pada Kamis (24/7/2026) lalu.
“Pada Jumat tercatat ada 117 siswa yang izin sakit. Hari ini sekitar 20 siswa juga datang ke UKS dengan keluhan sakit. Namun, kami belum bisa memastikan apakah ada kaitannya dengan makanan MBG atau faktor lain, misalnya kondisi cuaca. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari Puskesmas,” kata Soedjito, Senin (27/7/2026).
Ia menjelaskan, pada Kamis lalu (24/7/2026), beberapa siswa mulai mengeluhkan mual, pusing, hingga meminta izin pulang. Keesokan harinya jumlah siswa yang tidak masuk sekolah meningkat. Meski demikian, pada Jumat keesokan harinya, program MBG tetap berjalan karena saat itu pihak sekolah belum mengetahui adanya dugaan keterkaitan antara keluhan siswa dengan makanan yang dikonsumsi sehari sebelumnya.
“Hari itu anak-anak juga belum mengetahui kalau ada teman-temannya yang sakit, sehingga masih ada yang menerima dan mengonsumsi makanan,” ujarnya.
Akibat munculnya kabar tersebut, distribusi MBG pada Senin (27/7/2026) diwarnai penolakan dari sebagian siswa. Banyak siswa memilih tidak mengambil makanan karena mengaku khawatir mengalami keluhan serupa.
Salah seorang siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kras berinisial AI mengaku mulai merasakan pusing dan muntah setelah menyantap menu MBG pada Kamis.
“Saya muntah dan pusing setelah makan. Besoknya izin tidak masuk sekolah. Sekarang sudah membaik,” ujarnya.
Siswa lain yang ditemui di sekolah juga mengaku mengalami mual disertai diare setelah mengonsumsi menu tersebut. Namun, keluhannya tidak sampai memerlukan perawatan di rumah sakit.
“Perut rasanya mulas terus mencret. Tapi cuma istirahat di rumah, tidak sampai dirawat,” katanya.
Ia menambahkan, banyak temannya memilih tidak menyentuh makanan MBG yang dibagikan pada Senin, karena masih merasa takut.
Adapun menu MBG yang dibagikan pada Kamis lalu terdiri atas telur berbumbu, tumis sayuran buncis dan wortel, tahu, serta buah anggur muscat.
Hingga Senin sore hari ini, penyebab munculnya keluhan tersebut masih dalam proses penelusuran. Pihak sekolah menyatakan menunggu hasil pemeriksaan dari Puskesmas dan Dinas Kesehatan sebelum menyimpulkan apakah keluhan siswa berkaitan dengan makanan MBG atau disebabkan faktor lain.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis, pemerintah daerah maupun otoritas kesehatan belum memberikan keterangan resmi mengenai hasil investigasi atas kasus tersebut. (rul)







