SIDOARJO (RadarJatim.id) — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo mendorong kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan indeks literasi daerah yang saat ini dinilai masih memprihatinkan.
Kondisi itu disampaikan oleh Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten Sidoarjo, Hapy Setiyaningtyas AY, SH MH saat membuka acara parade launching dan bedah buku tiga sekaligus yang digelar bersama komunitas Gerakan Bersama Literasi (GBL) Sidoarjo, pada (1/10/2026) pagi di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sidoarjo.
Simbolis dengan pemotongan pita, bersama-sama Kabid Mutu Pendidikan, Dr. Lilik Sulistyowati, M.Pd dan Kabid GTK Muhammad Shobirin, Kabid Pelayanan Perpustakaan dan Kearsipan Erna Kusumawati, SP MM juga Ketua GBL Sidoarjo Abdullah Makhrus, serta para penggiat literasi dan para penulis ketiga buku tersebut.
Ketiga buku tersebut adalah ‘Jejak Kenang Bapak Literasi Sidoarjo, Writing Camp Batch #1, dan Teja Adi Manunggaling Ranu’ semuanya karya kepala sekolah, guru SD dan SMP Sidoarjo. Dengan menghadirkan Dr. Tirto Adi, M.Pd selaku Fouder GBL, Yekti Eriani, S.Pd M.Pd penulis dan Kepala SMP Negeri 1 Prambon dan Sridaningsih, S.Pd selaku penulis dan Wakil Ketua GBL Sidoarjo.

Dalam sambutannya, Hapy Setyaningtyas mengungkapkan bahwa Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kabupaten Sidoarjo saat ini berada di peringkat ke-22 dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Peringkat tersebut dinilai masih rendah, bahkan berada di bawah Kabupaten Pacitan.
“Kondisi literasi Sidoarjo ini sebenarnya masih rendah. Kita nomor 22 dari 38 kabupaten di Jawa Timur. Saya malu kalau Sidoarjo yang bertetangga dengan Surabaya ini literasinya masih rendah di bawah Pacitan,” keluhnya.
Melihat tantangan tersebut, Hapy menegaskan pentingnya sinergi antara Dinas Perpustakaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, kepala sekolah, para guru, komunitas literasi, hingga masyarakat luas. Menurutnya, literasi Sidoarjo tidak bisa dibangun hanya oleh satu pihak.
“Harapan kami dari kegiatan ini adalah bagaimana kita bisa meningkatkan literasi di Kabupaten Sidoarjo, dan menumbuhkan kecintaan terhadap literasi. Dinas Perpustakaan tidak bisa berjalan sendiri, kita harus saling bersinergi,” ajaknya.
Selain mengajak penguatan budaya baca di lingkungan sekolah dan masyarakat, dalam kesempatan tersebut, ia juga meminta para peserta yang hadir, terdiri dari guru, kepala sekolah, dan penulis, untuk membantu mengisi survei Tingkat Kegemaran Membaca (TKM). “Survei tersebut merupakan salah satu indikator penting dalam penilaian IPLM daerah,” katanya.
Sebelumnya, Ketua GBL Sidoarjo Abdullah Makhrus menyampaikan bahwa program bedah buku merupakan bagian dari rangkaian kegiatan rutin GBL Sidoarjo, yang diadakan setiap dua pekan sekali untuk mendorong dan menggairahkan iklim literasi di Sidoarjo.

“Kegiatan hari ini adalah bentuk apresiasi untuk Bapak dan Ibu penulis hebat, yang telah berhasil menorehkan karya terbaiknya dalam buku yang diluncurkan dan dibedah hari ini,” katanya.
Ia menambahkan bahwa sinergi antara dua instansi besar, Dinas Pendidikan serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan ini menjadi angin segar bagi perkembangan literasi daerah. “Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan dan memperkuat budaya membaca serta menulis di lingkungan sekolah maupun masyarakat luas,” harapnya.(mad)








