• Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Contact
Kamis, 13 Agustus 2026
No Result
View All Result
e-paper
Radar Jatim
  • Home
  • Bisnis
  • Hukum dan Kriminal
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Contact
  • Home
  • Bisnis
  • Hukum dan Kriminal
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Contact
No Result
View All Result
Radar Jatim
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Tokoh Madura Soroti Wacana Industrialisasi Bangkalan, Khawatir Masyarakat Lokal Hanya Jadi Penonton

by Radar Jatim
13 Agustus 2026
in Ekonomi Bisnis
0
Tokoh Madura Soroti Wacana Industrialisasi Bangkalan, Khawatir Masyarakat Lokal Hanya Jadi Penonton
8
VIEWS

BANGKALAN (RadarJatim.id) — Wacana industrialisasi di Pulau Madura kembali menjadi perhatian sejumlah ulama dan tokoh masyarakat. Kekhawatiran akan dampak industrialisasi bahkan telah muncul sejak wacana pembangunan jembatan penghubung Surabaya–Madura mengemuka pada penghujung era Orde Baru.

Seiring berkembangnya rencana pembangunan dan industrialisasi, sejumlah tokoh ulama Madura disebut telah mencermati berbagai kemungkinan dampak yang akan dirasakan masyarakat lokal. Untuk melihat secara langsung dampak industrialisasi, sejumlah ulama Madura, bahkan sempat melakukan kajian dengan mengunjungi kawasan industri di Batam. Dari kajian tersebut, mereka mengaku menemukan berbagai persoalan yang kemudian memantik kekhawatiran apabila kondisi serupa terjadi di Madura.

Hal itu disampaikan salah satu tokoh Madura, R. Ali Badri Zaini, saat ditemui awak media di kediamannya, Desa Blega, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Kamis (13/8/2026). Ali Badri menyayangkan wacana industrialisasi, khususnya di Bangkalan, apabila dilakukan tanpa terlebih dahulu melibatkan para ulama dan tokoh masyarakat Madura dalam musyawarah.

Menurutnya, salah satu persoalan yang perlu menjadi perhatian adalah kesiapan sumber daya manusia (SDM) masyarakat Madura. Ia menyoroti tingkat pendidikan masyarakat, khususnya di wilayah Bangkalan, yang dinilai masih perlu ditingkatkan agar mampu bersaing dalam sektor industri.

“Kalau masyarakat kita rata-rata pendidikannya baru sampai tingkat SMP. Sementara untuk menjadi karyawan industri minimal setara SMA atau sederajat, ini yang kami khawatirkan,” ujarnya.

Kekhawatiran tersebut, lanjutnya, tidak hanya menyangkut persoalan lapangan pekerjaan. Ali Badri juga menyoroti kemungkinan masuknya tenaga kerja dari luar daerah maupun tenaga kerja asing (TKA) seiring berkembangnya industri yang ditopang investasi asing.

Ia mengingatkan, masyarakat Madura jangan sampai hanya menjadi penonton di tanah kelahirannya sendiri jika industrialisasi masuk ke pulau garam ini.

“Dengan adanya industrialisasi di Madura ini, kami khawatir masyarakat setempat akan menjadi penonton atau hanya sebagai tamu di tanah kelahirannya sendiri,” ungkapnya.

Ali Badri juga mengaku terkejut dengan adanya penandatanganan nota kesepakatan (MoU) terkait Guangdong (Fenyong) ASEAN Industrial Park dari Tiongkok oleh Akhmad Ma’ruf Maulana, Presiden Direktur PT Wira Raja Madura International. Menurutnya, hal yang menjadi persoalan bukan semata-mata rencana investasinya, melainkan proses komunikasi dengan para ulama dan tokoh masyarakat Madura yang dinilai belum dilakukan secara menyeluruh.

“Bagaikan petir menyambar di siang bolong,” demikian ungkapan Ali Badri menggambarkan kekhawatirannya atas perkembangan rencana tersebut.

Ia berharap rencana industrialisasi di Madura tidak hanya dilihat dari sisi investasi dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mempertimbangkan aspek sosial, budaya, pendidikan, ketenagakerjaan, serta kearifan lokal yang selama ini menjadi bagian penting kehidupan masyarakat Madura.

Ali Badri Zaini juga mengingatkan adanya potensi gesekan sosial apabila pembangunan kawasan industri tidak diikuti dengan persiapan masyarakat dan regulasi yang memadai. Menurutnya, perbedaan karakter, budaya, serta pola kehidupan antara masyarakat lokal dengan tenaga kerja yang datang dari luar daerah maupun luar negeri, perlu menjadi perhatian serius.

Ia kemudian meminta Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, agar melihat kembali berbagai kemungkinan dampak negatif dari rencana industrialisasi tersebut dan tidak hanya mempertimbangkan aspek positif berupa investasi serta pertumbuhan ekonomi.

“Kami memohon dengan sangat kepada Ibu Khofifah selaku Gubernur Jawa Timur untuk melihat kembali aspek-aspek negatifnya, jangan hanya melihat dari segi positifnya,” pintanya. (nto)

Tags: Bangkalangubernur khofifahMasyarakat LokalPenontonWacana Industrialisasi

Related Posts

Tinjau Sekolah Rakyat Gresik, Gubernur Khofifah Tegaskan Pendidikan sebagai Upaya Putus Rantai Kemiskinan

Tinjau Sekolah Rakyat Gresik, Gubernur Khofifah Tegaskan Pendidikan sebagai Upaya Putus Rantai Kemiskinan

by Radar Jatim
2 Agustus 2026
0

GRESIK (RadarJatim.id) – Gubernur Jawa...

Pengedar Sabu Diringkus di Jalan Hangtuah Surabaya, Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Amankan 4,02 Gram BB

Pengedar Sabu Diringkus di Jalan Hangtuah Surabaya, Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Amankan 4,02 Gram BB

by Radar Jatim
15 April 2026
0

BUDAK NARKOBA: Barang bukti sabu-sabu...

Didampingi Bupati Yani, Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Rp 7,6 Miliar dan Tinjau Pasar Murah di Gresik

Didampingi Bupati Yani, Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Rp 7,6 Miliar dan Tinjau Pasar Murah di Gresik

by Radar Jatim
13 Maret 2026
0

GRESIK (RadarJatim.id) – Gubernur Jawa...

Load More
Next Post
Kukuhkan Anggota Paskibraka, Bupati Gresik Sampaikan Pesan Kebangsaan

Kukuhkan Anggota Paskibraka, Bupati Gresik Sampaikan Pesan Kebangsaan

Radar Jatim Video Update

Berita Populer

  • Tangis Haru Mewarnai Suasana Penjemputan Siswa SMA Negeri 1 Wonoayu

    Tangis Haru Mewarnai Suasana Penjemputan Siswa SMA Negeri 1 Wonoayu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Soft Launching KM Dharma Kencana V, Fasilitas Mewah Berkapasitas 1.400 Penumpang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ribuan Warga Padati Alun-alun Tugu Malang, Dukung MBG Menuju 82 Juta Penerima Manfaat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ribuan Warga Doakan Keluarga Besar SMK Antartika 2 Sidoarjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Analisis Semantik Puisi ‘Aku Ingin’ Karya Sapardi Djoko Damono

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Radar Jatim adalah media online Jatim yang memberikan informasi peristiwa dan berita Jawa Timur dan Surabaya terkini dan terbaru.

Kategori

  • Artikel dan Opini
  • Ekonomi Bisnis
  • Ekosistem Lingkungan
  • Esai/Kolom
  • Feature
  • Finance
  • HAM
  • Hukum dan Kriminal
  • Infrastruktur
  • Kamtibmas
  • Kemenkumham
  • Kesehatan
  • Ketenagakerjaan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Lain-lain
  • Layanan Publik
  • Lifestyle
  • Literasi
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Ormas
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pertanian
  • Peternakan
  • pinggiran
  • Politik
  • Religi
  • Sastra/Budaya
  • Sosial
  • Tekno
  • TNI
  • TNI-Polri
  • Transportasi
  • video
  • Wisata

Kami Juga Hadir Disini

© 2020 radarjatim.id
Susunan Redaksi ∣ Pedoman Media Siber ∣ Karir

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum dan Kriminal
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Tekno
  • Ekonomi Bisnis
  • Artikel dan Opini

© 2020radarjatim.id

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In