JOMBANG (RadarJatim.id) — Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) kini semakin masif merambah dunia pendidikan. Guna memperkuat kompetensi pendidik di era serba-digital, Tim Dosen Rumpun Matematika dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di MAN 1 Jombang, Sabtu (25/7/2026).
Mengusung tema “Optimalisasi Penggunaan Artificial Intelligence untuk Mendukung Perancangan Pembelajaran Inovatif bagi Guru SMA di Kabupaten Jombang”, pelatihan intensif ini dihadiri oleh para guru SMA/MA setempat. Acara yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 12.00 WIB ini membekali para pendidik dengan strategi praktis mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan ke dalam Kurikulum Merdeka.
Mengenal Platform AI Generatif
Pelatihan diawali dengan sesi pengenalan platform AI oleh A’yunin Sofro, MSi, PhD. Pada sesi tersebut, ia mengenalkan berbagai alat kecerdasan buatan modern, seperti ChatGPT untuk curah pendapat (brainstorming), Claude untuk analisis dokumen panjang, Gemini untuk simulasi interaktif, hingga MagicSchool AI yang menyediakan lebih dari 80 fitur khusus guru untuk menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan rubrik penilaian secara praktis.
“AI hadir untuk merampingkan tugas administratif guru, mulai dari penyusunan jadwal, pembuatan media pembelajaran inovatif, hingga pengolahan data nilai siswa,” jelas A’yunin di hadapan para peserta.
Pada sesi berikutnya, Dr Sri Suryanti, SPd, MSi menekankan pentingnya kerangka pembelajaran mendalam (deep learning) dalam pembelajaran abad ke-21. Ia menggarisbawahi tiga pilar utama pembelajaran mendalam, yaitu pembelajaran yang bermakna (meaningful), berkesadaran (mindful), dan menyenangkan (joyful).
Suryanti menegaskan, pada dasarnya kecerdasan buatan hadir bukan untuk menggeser peran pendidik. Sebaliknya, kehadiran AI bisa saling melengkapi, sehingga justru memudahkan tugas guru dalam proses pmbelajaran.
“AI berfungsi melengkapi dan mempermudah tugas guru. Dia tidak akan pernah bisa menggantikan sentuhan manusia, empati, dan keteladanan seorang pendidik di kelas,” ujarnya seraya memberikan contoh integrasi alat bantu matematika, seperti Desmos dan GeoGebra dalam pembelajaran RPP.
Rahasia Matematika di Balik AI
Menariknya, materi tidak hanya berfokus pada penggunaan aplikasi, tetapi juga membedah logikanya. Dr Dian Savitri, SPos, MSi. mengungkapkan, bahwa matematika tingkat SMA adalah fondasi utama dari lahirnya teknologi AI.
“Mulai dari Statistika Dasar, Vektor, Matriks, hingga Peluang dan Persamaan Garis Lurus, semuanya adalah rumus dasar di balik canggihnya AI,” jelas Dian sambil mendemonstrasikan studi kasus regresi linear (y = mx + c) untuk memprediksi nilai ujian siswa.
Selain materi teknis, Dian juga mengingatkan pentingnya etika AI, terutama terkait perlindungan privasi data siswa dan perlunya sikap kritis guru terhadap potensi bias informasi dari AI.
Puncak acara diisi dengan sesi workshop pembuatan asesmen digital yang dipandu oleh Muhammad Husnul Khuluq, SMat, MMat. Pada kesempatan ini, pria yang akrab disapa Khuluq (Kalkhuluqs) ini mengajak para peserta mempraktikkan langsung pembuatan kuis interaktif menggunakan tool modern seperti Quizizz (Wayground).
“Pembuatan soal variatif dan proses koreksi manual biasanya menyita banyak waktu guru. Dengan AI, kita bisa mengimpor dokumen menjadi kuis otomatis, membuat bank soal yang aktif dan terukur, serta menganalisis laporan hasil belajar siswa secara real-time,” ujar Khuluq saat mendampingi praktik langsung peserta dengan penuh antusias.
Rangkaian acara ditutup dengan evaluasi dan pemberian apresiasi serta hadiah kepada tiga kelompok guru terbaik dengan karya rancangan pembelajaran berbasis AI secara kreatif. Acara resmi berakhir pukul 12.00 WIB setelah sesi foto bersama.
Melalui kegiatan PkM ini, diharapkan para guru SMA di Kabupaten Jombang semakin percaya diri dan adaptif dalam memanfaatkan AI. Dengan demikian, meeka mampu menciptakan suasana belajar yang interaktif, modern, dan relevan dengan kebutuhan siswa di era digital. (sha)







