SIDOARJO (RadarJatim.id) — Walaupun lokasinya di pedesaan, pinggiran Kabupaten Sidoarjo. SMK Negeri 1 Jabon terus berupaya membangun pendidikan yang berkualitas, yang berbasis karakter dan budaya.
SMK Negeri 1 Jabon ini telah menunjukkan komitmennya dalam menyeimbangkan pencapaian akademis, dan penanaman nilai-nilai religi serta budaya lokal.
Komitmen tersebut membuahkan hasil nyata pada akhir tahun 2025, sekolah ini berhasil meraih penghargaan dari Kementerian Agama (Kemenag) sebagai sekolah School Region Culture (SRC). Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan sekolah dalam menerapkan pendidikan berbasis karakter yang konsisten.
Kepala SMK Negeri 1 Jabon Nur Faridah Ilmianah, S.Kom MT menjelaskan bahwa pembiasaan nilai religi dilakukan setiap hari, seperti kegiatan mengaji bersama di pagi hari yang dilanjutkan dengan salat Dhuha, serta penyelipan nilai-nilai karakter dalam setiap aktivitas siswa.
Menghadapi tantangan dan pandangan sebelah mata terkait sekolah yang berada di wilayah pedesaan, langkah awal yang dilakukan pihak manajemen adalah memperkuat kapasitas para guru. “Kami mengajak para pengajar melakukan studi tiru ke sekolah lain yang memiliki karakteristik serupa, seperti SMK Negeri 6 Jember,” jelasnya pada (7/8/2026) siang.
Termasuk yang kami kerjakan terlebih dahulu adalah memotivasi dan membuka diri, bahwa walaupun kita berada di desa, kita bisa. “Melalui studi tiru, para guru memiliki rasa percaya diri, sehingga mampu berlomba menyiapkan jurusannya masing-masing,” terangnya.
Langkah ini mendorong bangkitnya Unit Produksi dan Jasa (UPJ) serta skema Teaching Factory (TeFa) di sekolah kami dangan membuat produk batik karya siswa yang telah memberikan bimbingan kepada siswa yang lain cara membaut batik, serta menerima pesanan dari berbagai instansi.
“Selain itu, jurusan Busana juga telah menunjukkan aksinya dengan tampil di ajang fashion bergengsi seperti Malang Fashion Week dan parade busana di Yogyakarta,” ungkapnya.
Lanjutnya, di sekolah kami memfasilitasi enam program keahlian (kompetensi), yaitu Kriya Tekstil (Batik), Kriya Kulit
Busana, Desain Komunikasi Visual (DKV), Teknik Kendaraan Ringan (TKR) dan Teknik Elektronika Industri (TEI).
Ia terangkan pula, dalam mengedukasi masyarakat dan para orang tua murid, sekolah menerapkan pendekatan transparan dan partisipatif. Setiap momen penyerahan laporan hasil belajar (rapor) tengah semester maupun akhir semester, sekolah menggelar pameran atau “Panen Karya”.
Dalam pameran tersebut, hasil karya siswa dari seluruh jurusan dipajang di area sekolah. Orang tua yang hadir tidak hanya menerima laporan akademis, tetapi juga diajak untuk melihat, mengapresiasi, dan membeli produk hasil karya anak-anak mereka sendiri.
”Dengan sinergi antara penguatan karakter, peningkatan kualitas guru, dan dukungan orang tua, kami optimistis dapat terus mencetak generasi muda yang berdaya saing tinggi meski berdomisili di wilayah pedesaan,” pungka Bu Nur Faridah.(mad)







