KEDIRI (RadarJatim.id) – Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri menggelar wisuda untuk pertama kalinya di gedung milik sendiri, Uniska Center, Sabtu (30/5/2026). Sebanyak 461 lulusan program sarjana dan magister dikukuhkan dalam prosesi yang sekaligus menjadi penanda penguatan kapasitas kampus tersebut.
Selain menjadi momentum kelulusan ratusan mahasiswa, agenda tersebut juga diwarnai penandatanganan nota kesepahaman atau MoU antara Uniska Kediri dan PCNU Kota Kediri.
Kerja sama yang diteken Rektor Uniska Kediri Bambang Yulianto, bersama Ketua PCNU Kota Kediri KH Abu Bakar Abdul Djalil itu mencakup bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Rektor Uniska Kediri, Bambang Yulianto, mengatakan, wisuda bukan garis akhir perjalanan lulusan. Tantangan yang akan dihadapi setelah meninggalkan bangku kuliah, menurut dia, justru semakin kompleks.
Karena itu, lulusan diminta tidak hanya mengandalkan ijazah dan kemampuan akademik, tetapi juga kemampuan beradaptasi, komunikasi, inovasi, serta karakter.
“Saudara harus tetap adaptif pada perubahan, membangun kolaborasi, komunikasi, dan inovasi yang harus dihadirkan untuk masyarakat. Yang terpenting dan menjadi komitmen Uniska Kediri adalah karakter,” kata Bambang.
Sebanyak 461 wisudawan berasal dari 12 program studi. Program Studi Manajemen menjadi penyumbang lulusan terbanyak dengan 128 wisudawan, disusul Ilmu Hukum 106 wisudawan dan Akuntansi 61 wisudawan.
Di tengah prosesi wisuda, sejumlah capaian mahasiswa turut menjadi sorotan.
Lulusan Program Studi Ilmu Hukum, Nabilla Pujhayani, meraih IPK sempurna 4,00 dan menjadi salah satu wisudawan dengan capaian akademik tertinggi pada periode ini.
Prestasi lain datang dari mahasiswa Fakultas Hukum, Naufal Ghani Bayhaqi, yang berhasil lolos melanjutkan studi internasional pada program LL.M in Business Law International Program di Chulalongkorn University, Thailand.
Tak hanya soal prestasi akademik, kisah pasangan suami istri Ardeta Nabil As Zaidan Musafirin dan Nurul Fitri Lailiyah juga mencuri perhatian. Keduanya berhasil menyelesaikan studi Magister Hukum secara bersamaan.
Ketua Umum Yayasan Bina Cendekia Muslim Pancasila, KH Anwar Iskandar atau Gus War, dalam sambutannya mengingatkan wisudawan agar tidak melupakan peran orang tua di balik capaian pendidikan yang diraih.
Menurutnya, keberhasilan menyelesaikan kuliah merupakan hasil dari doa, pengorbanan, dan dukungan keluarga.
Sementara itu, orasi ilmiah yang disampaikan Prof. Ainun Na’im menyoroti pentingnya peran lulusan perguruan tinggi dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan.
Ia mendorong para wisudawan menjadi generasi yang tidak hanya mengejar kesuksesan pribadi, tetapi mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Mengusung tema ‘Uniska Kediri Berdampak, Wujudkan SDGs untuk Masa Depan Bangsa’, wisuda kali ini sekaligus menjadi panggung bagi Uniska Kediri untuk menunjukkan langkah ekspansi kelembagaan, mulai dari penggunaan gedung sendiri hingga perluasan kolaborasi dengan organisasi masyarakat. (Srul)






