SURABAYA (RadarJatim.id) — Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya (Stikosa-AWS) kembali mengukuhkan generasi baru insan komunikasi melalui Wisuda XXIX, yang digelar pada Sabtu (15/8) di Hotel Mercure Surabaya Grand Mirama.
Sebanyak 82 wisudawan dan wisudawati Program Studi Ilmu Komunikasi resmi menyelesaikan perjalanan akademiknya dan siap melangkah ke dunia profesional.
Mengangkat tema “Talenta Komunikasi Masa Depan: Tangguh, Inovatif, dan Tangkas Menghadapi Disrupsi AI”, Wisuda inimenjadi momentum untuk menegaskan kesiapan lulusan Stikosa-AWS menghadapi perubahan industri komunikasi yang berlangsung semakin cepat.
Era Artificial Intelligence (AI) menghadirkan perubahan sekaligus peluang baru bagi dunia komunikasi. Di tengah transformasi tersebut, lulusan Stikosa-AWS dipersiapkan untuk tidak sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi mampu memanfaatkan secara kreatif, kritis, dan bertanggung jawab.
Ketua Stikosa-AWS, Dr. Jokhanan Kristiyono, S.T., M.Med.Kom., menegaskan bahwa wisuda bukanlah titik akhir pendidikan, melainkan awal pengabdian lulusan di tengah masyarakat. “Wisuda bukanlah akhir dari sebuah proses belajar, melainkan sebuah gerbang awal bagi para lulusan untuk mengabdikan ilmu dan keahliannya di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para lulusan agar memiliki ketangguhan mental, kreativitas, serta ketangkasan dalam memanfaatkan teknologi secara bijak tanpa meninggalkan etika dan nilai-nilai kemanusiaan. Kutipan tersebut sejalan dengan sambutan Ketua yang menempatkan kemampuan adaptasi, inovasi, etika, dan kemanusiaan sebagai bekal penting sarjana komunikasi di tengah disrupsi AI.
Pesan tersebut mendapat resonansi dari para wisudawan. Gina Amara Amodia, S.I.Kom salah satu wisudawan berprestasi yang mewakili wisudawan Stikosa-AWS, melihat AI bukan semata-mata sebagai ancaman, melainkan peluang bagi insan komunikasi.
“AI dapat mempercepat pekerjaan, tetapi tidak dapat menggantikan integritas, kepekaan sosial, keberanian menyuarakan kebenaran, serta tanggung jawab moral,” kata Gina.
Menurutnya, lulusan Stikosa-AWS tidak cukup hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi perlu mampu mengarahkan teknologi agar memberikan manfaat bagi masyarakat dan tetap berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan.
Budiarto, S.I.Kom salah satu mahasiswa Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Program Studi Ilmu Komunikasi yang turut menyampaikan sambutan pada Wisuda ke -XXIX Stikosa-AWS, menceritakan perjuangannya membagi waktu antara pekerjaan, keluarga, dan pendidikan. (rio)






