SIDOARJO (RadarJatim.id) –– Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) adalah kemitraan antara pemerintah Australia dan Indonesia, untuk memperbaiki kebijakan dan praktik pembelajaran dan membantu Pemerintah Indonesia memastikan bahwa semua siswa di tingkat dasar di Indonesia, tanpa kecuali, menguasai keterampilan dasar.
Di Kabupaten Sidoarjo, INOVASI melakukan implementasi pendidikan inklusi melalui kolaborasi dan kerjasama lintas pihak untuk menguatkan ekosistem pendidikan inklusi, salah satunya dengan melibatkan Organisasi Penyandang Disabilitas (OPDis).
Seperti yang telah dilakukan pada Kamis, 16 Juli 2026, jam 09.00 – 16.30 diselenggarakan di Balai Pelatihan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital (BLSDM Komdigi) Surabaya, Jl. Raya Ketajen 36, Gedangan, Sidoarjo.
Sebuah kegiatan diskusi ‘Refleksi Komunitas Belajar Komunikasi (KBK) dan Diskusi Penyusunan Pelatihan Komunikasi Digital’. Dengan mengundang perwakilan Organisasi Penyandang Disabilitas (OPDis), perangkat daerah terkait, akademisi, maupun pemangku kepentingan lainnya.
Menurut Feiny Sentosa selaku Wakil Direktur Bidang Prioritas Pembangunan dan Komunikasi
INOVASI, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meninjau kembali pelaksanaan KBK yang telah berlangsung, mengidentifikasi kebutuhan dan tantangan komunikasi digital yang dihadapi peserta, khususnya OPDis, serta menyusun rancangan awal pelatihan komunikasi digital yang inklusif, relevan, dan praktis sesuai kebutuhan peserta.
Kominitas OPDis yang hadir diantaranya dari HWDI, PPCM, Pertuni, Gerkatin, ITMI, BLSDM Komdigi, Diskominfo Sidoarjo, UPT LD Dikbud Sidoarjo, Forsink, Sahabat Gempita, Prodi PGSD Unmuh juga media. Serta dari Tim INOVASI dan Fasilitator Kegiatan.
Presesi acara mendapatkan pengantar dan pembukaan dari Kepala BLSDM Komdigi Surabaya, Bagus Winarko langsung dilanjut dengan sesi pertma, yaitu Refleksi Komunitas Belajar Komunikasi (KBK). Identifikasi Kebutuhan Kompetensi Prioritas Kapasitas Komunikasi OPDis. Lanjuta Tanggapan BLSDM Komdigi Surabaya terhadap Kebutuhan Kompetensi Komunikasi OPDis dan Co-Design Pelatihan Komunikasi Digital.

Usai kegiatan, Dian Kusuma Dewi salah satu Tim INOVASI menjelaskan kalau kegiatan ini juga bertujuan utamanya untuk memperkuat KBK, yaitu sebagai ruang pembelajaran strategis dengan menghasilkan pembelajaran berbasis bukti yang menjadi dasar perancangan pelatihan komunikasi digital yang inklusif, relevan, dan aplikatif, khususnya bagi Organisasi Penyandang Disabilitas (OPDis).
Sedangkan tujuan khususnya untuk merefleksikan pelaksanaan KBK. Menggali kebutuhan nyata komunikasi digital peserta, khususnya OPDis. Mengidentifikasi tantangan implementasi komunikasi di tingkat individu dan institusi. Menyusun kerangka awal pelatihan komunikasi digital berbasis co-design dan memperkuat kolaborasi antara OPDis, pemerintah, dan akademisi dalam pengembangan kapasitas.
Hasil yang diharapkan, tersedianya ringkasan pembelajaran dan refleksi pelaksanaan KBK. Tersusunnya peta kebutuhan pelatihan komunikasi digital OPDis. Tersusunnya draft desain pelatihan komunikasi digital (materi, metode, output). (mad)







