KEDIRI (RadarJatim.id) — Para karyawan di sebuah pabrik kayu di Dusun Gedangsewu Kulon, Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, mendadak panik setelah muncul kobaran api dari area silo pabrik, Senin (25/5/2026) sore.
Api pertama kali diketahui oleh seorang staf pabrik yang tengah memeriksa kondisi mesin dan area produksi. Saat pengecekan berlangsung, ia melihat percikan api dari dalam silo dan segera meminta bantuan petugas pemadam kebakaran.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu gesekan antara mesin gergaji dengan komponen penahan (stoper) mesin hingga menimbulkan percikan. Laporan masuk ke Pos Damkar Pare sekitar pukul 16.12 WIB. Tak berselang lama, tim pemadam langsung meluncur ke lokasi dengan membawa dua unit armada.
Plt Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengatakan, petugas berupaya bergerak cepat mengendalikan api agar tidak menjalar ke bagian lain pabrik yang dipenuhi material mudah terbakar.
“Tim melakukan pemadaman menggunakan dua armada dan tujuh personel. Api berhasil ditangani sesuai SOP,” ujar Kaleb.
Karakteristik pabrik kayu yang menyimpan banyak serbuk dan material mudah terbakar membuat petugas harus bekerja ekstra saat proses pemadaman berlangsung. Setelah penanganan selama kurang lebih satu jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.20 WIB.
Tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, kebakaran menimbulkan kerugian materiil yang diperkirakan mencapai Rp 10 juta.
Petugas memastikan situasi telah aman dan api tidak sampai merembet ke bangunan maupun fasilitas lain di sekitar lokasi pabrik. Dugaan penyebab kebakaran masih mengarah pada gangguan teknis pada mesin produksi.
Kaleb menambahkan, peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap sistem kerja mesin, terutama di industri yang memiliki risiko kebakaran tinggi.
“Kami mengimbau pelaku usaha agar rutin melakukan pengecekan peralatan dan memastikan standar keselamatan kerja diterapkan dengan baik. Pencegahan tetap menjadi langkah paling penting untuk meminimalkan potensi kebakaran,” tutupnya. (rul)






