SIDOARJO (RadarJatim.id) — Memasuki masa liburan semester bagi para siswa, aktivitas di lingkungan SMA Negeri 1 Gedangan ternyata tidak sepenuhnya berhenti. Seluruh bapak dan ibu guru, termasuk jajaran Tata Usaha (TU), tetap hadir di sekolah untuk mengikuti serangkaian kegiatan pelatihan peningkatan kompetensi.
Menurut Kepala SMA Negeri 1 Gedangan, Dr. Imam Jawahir, S.Pd MM langkah ini diambil guna menyambut tahun ajaran baru dengan kesiapan yang lebih matang.
Pelatihan yang digelar ini mencakup berbagai program, salah satunya adalah kerja sama dengan pihak Komdigi pada 6 Juli 2026. Dilanjutkan pada 7 dan 8 Juli 2026 di sekolah dengan mengundang berbagai narasumber eksternal yang kompeten di bidangnya.
Materi peningkatan kompetensi guru meliputi Pembuatan Infografis Edukasi.Pembuatan Gambar Ilustrasi 3 Dimensi (3D). Pembuatan Komik Pembelajaran. Pembuatan Presentasi Menarik. Pembuatan Video Pembelajaran Berbasis AI.
Untuk hari kedua meliputi Cara Menulis Prompt yang Benar.Formula Prompt yang Efektif. Prompt untuk Semua Mata Pelajaran. Prompt untuk Administrasi Guru. Template Prompt Siap Pakai.
Menurut Imam Jawahir, pelatihan yang dijadwalkan selesai pada pukul 16.00 WIB ini justru kerap berlangsung melebihi waktu yang ditentukan. “Karena penyampaian materi yang asyik dan interaktif, para guru memilih untuk bertahan hingga sore bahkan menjelang malam demi menuntaskan modul pelatihan mereka dengan senang hati,” ungkap Pak Imam Jawahir.
“Harapan kami, antusiasme yang sama juga akan menular kepada para siswa saat pembelajaran dimulai nanti. Dengan media yang menarik, siswa akan lebih responsif, betah belajar, dan tidak tergesa-gesa ingin pulang,” harap Pak Imam_sapaan sehari-harinya.
Ia katakan, kalau peningkatan kompetensi guru di bidang teknologi informasi ini juga berorientasi jangka panjang untuk masa depan siswa. Nantinya, para siswa akan dilatih menggunakan soal-soal berbasis teknologi informasi guna memberikan mereka wawasan yang kuat sejak dini.
“Hal ini dipersiapkan sebagai modal utama para siswa dalam menghadapi tes UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer) untuk menembus Perguruan Tinggi Negeri impian mereka,” jelas Pak Imam lagi.
Jadi, kami tidak ada istilah libur bagi seluruh elemen sekolah. Selain para guru yang fokus pada modul media ajar, staf Tata Usaha (TU) juga dilatih secara khusus melalui program Pelatihan Perkantoran Modern untuk mengoptimalkan sistem penyusunan administrasi sekolah.
“Masa liburan siswa kali ini sukses ditransformasikan menjadi momentum ‘Liburan Bertumbuh’ yang produktif bagi seluruh civitas akademika demi kualitas pendidikan yang lebih baik ke depannya,” pungkas Imam Jawahir.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini pihak SMA Negeri 1 Gedangan menghadirkan pemateri Pawitra Samsul, S.Pd., M.M., yang merupakan guru matematika dari SMA Negeri 11 Surabaya sekaligus seorang content creator.

Pelatihan ini berfokus pada pemanfaatan teknologi AI untuk membantu meringankan beban administrasi guru serta meningkatkan efektivitas di kelas.
Pada hari pertama, materi yang disampaikan berfokus pada pengenalan AI untuk membantu proses belajar mengajar. Sementara itu, hari kedua akan dilanjutkan dengan materi pembuatan media ajar.
Menurutnya, kehadiran AI di dunia pendidikan memberikan dampak yang sangat positif, terutama dari segi efisiensi kerja.
Dengan memanfaatkan aplikasi khusus seperti Gen Soal Pro, guru hanya perlu memasukkan materi dan tipe soal yang diinginkan, lalu sistem akan otomatis mengeluarkan hasilnya. “Sangat membantu dan efektif. Dari segi waktu, pengerjaannya bisa 50% lebih cepat,” tambahnya.
Kegiatan ini sebagai upaya menyelaraskan diri dengan pesatnya perkembangan teknologi, para guru di SMA Negeri 1 Gedangan berkomitmen untuk terus beradaptasi demi mendukung proses pembelajaran yang relevan bagi generasi digital. Teknologi dinilai menjadi jembatan penting untuk membangun sinergi yang kuat antara guru dan murid di kelas.
Hal tersebut diungkapkan oleh Achirul Oktaviani, S.Pd., GR., salah satu guru Ekonomi di SMA Negeri Gedangan.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi sangat krusial untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan (joyful learning) dan bermakna (meaningful learning) bagi siswa.
“Paling tidak kita juga harus mengikuti perkembangan teknologi, jadi antara guru dan murid itu saling bersinergi. Kita juga bisa mengajar dengan teknologi yang mendukung, dan yang penting anak-anak itu bisa mengikuti pembelajaran dengan baik,” jelas Achirul.
Menurut Agus Yudi Atmojo, S.Pd., guru mata pelajaran Informatika saat ditemui di sela-sela mengikuti kegiatan pelatihan pemanfaatan AI mengaku sangat bermanfaat sekali.
Ia juga menceritakan perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah menerapkan teknologi AI. Jika sebelumnya para guru harus mencari materi di internet secara manual dengan metode copy-paste yang memakan waktu, kini proses tersebut menjadi jauh lebih ringkas. Guru cukup memasukkan perintah (prompt) atau instruksi tertentu ke dalam sistem AI, dan hasilnya bisa langsung jadi untuk disesuaikan kembali.
Sebagai guru Informatika, Agus melihat banyak sekali potensi AI yang bisa diterapkan dalam pembelajarannya di kelas. Salah satunya adalah untuk membantu siswa mengembangkan materi pelajaran menjadi bentuk visual yang menarik.
“Siswa bisa membuat materi yang dikembangkan untuk membuat seperti video, membuat infografis. Kalau tanpa bantuan AI, anak-anak pasti kesulitan. Dengan bantuan AI, mereka bisa melihat contoh-contoh untuk dikembangkan lagi. Perintah tinggal dimasukkan, langsung dirubah ke bentuk gambar, infografis, atau video,” katanya.
Meski sangat terbantu, namun hasilnya untuk tidak menelan mentah-mentah. Ia menekankan bahwa AI hanyalah sebuah mesin yang tidak luput dari kesalahan atau menghasilkan teks yang ambigu, sehingga peran manusia sebagai pengendali tetap menjadi yang paling utama.
“Karena namanya mesin pasti ada kesalahannya. Yang penting yang menjalankan harus memahami inti dari instruksinya itu dan dibaca kembali. Jangan langsung dilepas, kita harus lebih bijak daripada AI itu sendiri,” pungkasnya.(mad)







