BATU (RadarJatim.id) — Kemendikdasmen RI melalui BBGTK (Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan) Jawa Timur memberikan pelatihan kepada 114 sekolah model implementasi PM (Pembelajaran Mendalam) dan KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) di Surabaya, Malang, dan Batu, tanggal 1 – 4 Juli 2026.
Pelatihan diikuti oleh 84 pengawas sekolah, 114 kepala sekolah, 114 guru, dan 14 admin kelas. Dengan pengajar pelatihan sebanyak 22 orang fasilitator. Sebanyak 114 sekolah tersebut adalah sekolah yang telah ditetapkan oleh Kemendikdasmen RI sebagai sekolah model implementasi PM dan KKA, berdasarkan rekomendasi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan masing-masing kabupaten/kota, dan rekomentasi dari mitra.
Dari 114 sekolah tersebut, 13 sekolah dari Sidoarjo, yakni TK Al Muslim, SLB Negeri Gedangan, SDN Sidomojo, SMP PGRI 1 Buduran, SMP PGRI 9 Sidoarjo, SMP PGRI 10 Candi, SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo, SMA Progresif Bumi Shalawat, SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo, SMA Muhammadiyah 1 Taman, SMKN 1 Buduran, SMK PGRI 2 Sidoarjo dan SMK PGRI 3 Sidoarjo.
Pada saat pembukaan pelatihan di BBGTK Jawa Timur di Batu, Ketua panitia Pelatihan Kepala Sekolah Model Implementasi PM dan KKA, Ika Kurniati, S.Sos, M.M. melaporkan bahwa dari 114 kepala sekolah tersebut, didistribusikan menjadi 5 kelas, yaitu Kelas KS 1 (PAUD, SD, SLB); Kelas KS 2 (SD); Kelas KS 3 (SMP); Kelas KS 4 (SMA), dan Kelas KS 5 (SMK).
“Pelatihan tersebut dilaksanakan mulai tanggal 26 Juni 2026 berupa orientasi. Tatap muka daring pada tanggal 28 sampai 30 Juni 2026. Tatap muka luring pada tanggal 1 sampai 4 Juli 2026. Dalam pelatihan ini juga diterapkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat kepada para peserta pelatihan: bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat bergizi, bermasyarakat, gemar belajar, dan tidur cepat,” katanya.
Mewakili Plt Kepala BBGTK Jawa Timur, Mohammad Nasikh Lil Sidi, S.Pd, M.M., Ketua Tim Kerja Kemitraan, Fasilitasi, dan Publikasi BBGTK Jawa Timur, Harnanto, S.Pd, M.Pd. pada saat membuka kegiatan, mengatakan, bahwa materi pelatihan sudah disusun sedemikian rinci untuk menyiapkan sekolah model implementasi PM dan KKA.

Meliputi Desaian Sekolah Model dan Peran Kepala Sekolah Model, Analisis Kriteria Keberhasilan Sekolah Model Berdasar Asesmen, Penyusunan Rencana Kerja Kepala Sekolah Model Berdasarkan Asesmen Awal, Penguatan Materi Substansi Sekolah Model, Penguatan Visi, Misi, dan Tujuan Sekolah Model, Pelaksanaan Tugas Manajerial, Supervisi Akademik dan Kewirausahaan KS Model, Implementasi Teacher Experimental Training, Pengelolaan Kelompok Kerja Guru di Sekolah, Strategi Pengembangan Sekolah Model di Kelompok Kerja Kepala Sekolah.
Pada saat penutupan pelatihan di BBGTK Jawa Timur di Batu, Ketua panitia Pelatihan Kepala Sekolah Model Implementasi PM dan KKA, Ika Kurniati, melaporkan bahwa para peserta sudah mengikuti semua tahapan pelatihan dengan sangat baik, mulai orientasi, belajar mandiri, tatap muka daring, dan tatap muka luring. Hasil evaluasi: narasumber sangat baik, peserta sangat baik, dan penyelenggaraan sangat baik.
“Para peserta sangat berkomitmen, disiplin, dan bersemangat belajar yang luar biasa. Menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi dalam pembelajaran. Diskusi di semua kelas hidup, saling sharing, saling mengkritisi, memberi masukan dan solusi, dan siap untuk berkolaborasi. Kepala Sekolah tidak hanya hadir ikut pelatiha, tapi sudah bertekad untuk menjadi pemimpin pembelajaran,”katanya.
Mewakili Plt Kepala BBGTK Jawa Timur, Mohammad Nasikh Lil Sidi, S.Pd, M.M., PIC Apresiasi GTK dan Widyaiswara BBGTK Jawa Timur, Dr. Aris Riyadi, S.Pd., M.Pd. menitip pesan kepada para kepala sekolah model implementasi PM dan KKA untuk benar-benar mewujudkan sekolahnya masing-masing sebagai laboratorium pembelajaran. Sebagai barometernya supaya bisa mengembangkannya kepada sekolah-sekolah di sekitarnya.
“Saya ibaratkan Kapal Titanic yang berlayar menuju sebuah pulau (peserta didik) mencapai 8 DPL (dimensi profil lulusan). Materi pelatihan hanya sebagai pemantik, selanjutnya bagaimana agar visi, misi, dan tujuan diwujudkan. Kuatkan niat dan siapkan diri berproses, mulai dari pra-berkembang, berkembang, maju, dan unggul,”jelasnya.(mad)







