KEDIRI (RadarJatim.id) – Penanganan bencana tidak semestinya baru dilakukan setelah peristiwa terjadi. Pengetahuan mengenai risiko dan tindakan awal saat keadaan darurat, justru perlu dibangun sejak dini.
Pesan itu menjadi salah satu yang ditekankan dalam edukasi bahaya kebakaran yang diberikan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri kepada 175 siswa MI Taufiqiyatul Asna, Desa Keling, Kecamatan Kepung, Kediri, Senin (21/9/2026).
Kegiatan berlangsung di Pos Damkar Pare. Selain siswa, sebanyak 25 wali murid dan 20 guru turut mengikuti kegiatan tersebut. Para peserta diajak mengenali berbagai peralatan pemadam kebakaran sekaligus memahami cara meminta bantuan ketika terjadi kebakaran.
Edukasi kemudian dilanjutkan dengan praktik. Petugas memberikan simulasi penanganan kebakaran akibat kebocoran LPG serta memperagakan pemadaman menggunakan karung goni.
Plt Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengatakan, pemahaman mengenai keselamatan harus ditanamkan sebelum masyarakat menghadapi kondisi darurat.
“Mitigasi bukan hanya tugas petugas ketika bencana sudah terjadi. Masyarakat juga perlu memiliki pengetahuan dasar untuk mencegah risiko dan menyelamatkan diri ketika menghadapi keadaan darurat,” kata Kaleb.
Ia menjelaskan, lingkungan sekolah menjadi salah satu tempat strategis untuk mengenalkan budaya kesiapsiagaan.
“Anak-anak perlu tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan ketika terjadi kebakaran. Pengetahuan sederhana seperti mengenali sumber bahaya dan mengetahui cara meminta pertolongan bisa sangat penting dalam situasi darurat,” ujarnya.
Menurut Kaleb, praktik juga diperlukan agar materi yang diberikan tidak berhenti sebatas teori.
“Karena itu kami tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga praktik. Harapannya mereka memahami bahwa keselamatan harus menjadi prioritas,” katanya.
Kegiatan berlangsung selama sekitar dua jam, mulai pukul 08.00 hingga 10.00 WIB. Para siswa mengikuti materi dan praktik dengan antusias. Edukasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi risiko bencana.
Kabupaten Kediri memiliki sejumlah wilayah dengan potensi ancaman bencana yang berbeda, sehingga pemahaman mengenai mitigasi dan respons awal menjadi penting di tingkat masyarakat.
Bagi pelajar, pengetahuan tersebut setidaknya menjadi bekal untuk mengenali bahaya di lingkungan sekolah maupun rumah dan mengetahui kapan kondisi masih dapat ditangani secara sederhana serta kapan harus segera meminta bantuan petugas. (rul)








