BANYUWANGI – Pemerintah Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur patut jadi contoh merawat keberagaman.
Selain Islam dan Nasrani, di Desa Yosomulyo juga ada penganut Agama Buddha. Untuk merajut dan merawat perbedaan keyakinan agar menjadi sebuah keunikan dan persatuan, Pemdes Yosomulyo meluncurkan agenda besar bertajuk Festival Harmoni Lintas Agama.
Mengusung tema utama Merajut Kebersamaan, Menguatkan Persaudaraan, Mewujudkan Desa yang Harmonis, festival ini dirancang sebagai wadah silaturahmi sekaligus panggung ekspresi nilai-nilai luhur dari berbagai keyakinan.
Kegiatan keagamaan dan kebudayaan ini berlangsung selama tiga hari berturut-turut pada bulan Juni 2026.
Berbeda dari perayaan keagamaan pada umumnya, Festival Harmoni Lintas Agama ini mengintegrasikan rangkaian refleksi spiritual ke dalam satu kesatuan kalender acara desa yang dipusatkan di Panggung Desa Menari, Desa Yosomulyo.
Kepala Desa Yosomulyo, Joko Utomo Purniawan, mengungkapkan bahwa gagasan ini lahir dari kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kerukunan di tengah pluralitas masyarakat desa.
Menurut Joko, keragaman agama di Yosomulyo bukanlah sebuah pemisah, melainkan kekayaan sosial yang harus terus dirawat dan disyukurinya.
“Festival ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan jembatan hati antarumat beragama di desa kami. Kami ingin mengirimkan pesan kuat kepada masyarakat luas bahwa di tingkat akar rumput, perbedaan keyakinan dapat melebur menjadi sebuah harmoni yang indah dan damai,” ujarnya.
Festival Harmoni Lintas Agam dibagi menjadi tiga sesi utama yang didedikasikan untuk masing-masing umat beragama, yakni Buddha, Kristen dan Islam.
Setiap elemen umat beragama akan menampilkan khazanah spiritualitas dan pesan damainya masing-masing secara bergantian setiap malam, yang dapat disaksikan dan dihormati oleh seluruh warga desa secara terbuka.
Langkah ini dipuji anggota DPRD Banyuwangi dari Partai Demokrat Emy Wahyuni Dwi Lestari yang menilai sangat efektif untuk menumbuhkan praktik toleransi.
“Melalui kebersamaan ini, Pemerintah Desa Yosomulyo dapat mencetak blueprint percontohan toleransi di tanah air, di mana kemajemukan menjadi fondasi utama dalam memajukan kesejahteraan dan ketenteraman masyarakat,” tutur Emy Wahyuni Dwi Lestari.
Apalagi pengaturan tata panggung dan pencahayaan yang bernuansa khidmat pada Festival Harmoni Lintas Agama dibarengi dengan manajemen keamanan swakarsa pemuda lintas agama.
“Banser, pemuda gereja, dan pemuda vihara disiagakan untuk bersama-sama untuk mengawal kelancaran acara, ini luar biasa. Perbedaan jika dikelola dengan tepat hasilnya akan menumbuhkan kerukunan dan kebersamaan,” tukas anggota DPRD Banyuwangi asal Desa/Kecamatan Gambiran yang hadir di lokasi.***







