SUMENEP (Radarjatim.id) – Persoalan kekeringan yang melanda puluhan desa di Kabupaten Sumenep menjadi perhatian serius DPRD setempat. Upaya penanganan tidak hanya difokuskan pada distribusi air bersih bagi masyarakat terdampak, tetapi juga diarahkan pada penguatan mitigasi dan penyediaan sumber air berkelanjutan.
Ketua Komisi III DPRD Sumenep, M. Muhri, mendorong penguatan koordinasi lintas sektor agar penanganan kekeringan berjalan lebih efektif, terukur, dan tepat sasaran. Menurutnya, ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan mendasar masyarakat yang harus mendapatkan perhatian bersama.
“Jadi langkah antisipasi perlu dilakukan sejak dini, terutama menjelang musim kemarau. Dengan persiapan yang matang, potensi krisis air di wilayah rawan kekeringan diharapkan dapat diminimalkan sehingga masyarakat tidak terus-menerus menghadapi persoalan serupa setiap tahun,” tegasnya.
Salah satu upaya yang menjadi perhatian adalah penyediaan sumber air melalui pembangunan sumur bor. Muhri berharap dukungan program dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dapat dipersiapkan dan direalisasikan secara optimal, sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh desa-desa yang membutuhkan.
Muhri juga menegaskan pentingnya fungsi pengawasan DPRD dalam memastikan setiap program penanganan kekeringan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat. Pengawasan tersebut diperlukan agar bantuan yang disalurkan tidak sekadar menjadi program administratif, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi warga terdampak.
Selain itu, koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), perlu terus diperkuat.
“Sinergi antar lembaga ini penting untuk memetakan wilayah terdampak, menentukan prioritas penanganan, dan menyusun langkah mitigasi yang lebih terarah,” katanya.
Dukungan pemerintah provinsi, pemerintah pusat, DPR RI, dan DPRD Provinsi Jawa Timur juga diharapkan semakin memperluas jangkauan penanganan kekeringan di Sumenep. Bantuan air bersih yang telah disalurkan menjadi salah satu bentuk kepedulian bersama dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah keterbatasan air.
“Kami harapkan ada upaya yang mampu menghadirkan solusi jangka panjang untuk memperkuat ketersediaan air bersih, meningkatkan ketahanan masyarakat menghadapi musim kemarau, serta mendorong pemerataan pelayanan dasar hingga ke desa-desa yang selama ini rentan mengalami kekeringan,” tandasnya. (FIK)








