SURABAYA (RadarJatim.id) Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) milik RSUD Dr Soetomo pada Jumat (15/5) pagi, terbakar. Insiden tersebut menyebabkan ruang operasi di lantai 5 terdampak dan sejumlah pasien harus segera dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.
Peristiwa kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 06.30 WIB di gedung yang berada di kawasan Jalan Dharmawangsa, Surabaya. Kepulan asap hitam terlihat membumbung tinggi dari bagian atas gedung rumah sakit dan sempat mengundang perhatian warga sekitar maupun pengguna jalan.
Asap tebal tampak keluar dari Gedung PPJT yang merupakan salah satu fasilitas vital pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut. Petugas medis bersama tim keamanan rumah sakit bergerak cepat melakukan evakuasi pasien guna menghindari risiko lebih besar akibat kepulan asap maupun potensi penyebaran api ke area lain.
Sejumlah pasien dipindahkan ke gedung lain yang dinilai lebih aman agar pelayanan medis tetap dapat berjalan. Proses evakuasi berlangsung dengan pengawasan ketat dari petugas keamanan dan tenaga kesehatan.
Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah unit mobil pemadam kebakaran disiagakan di area rumah sakit untuk memastikan api benar-benar terkendali dan tidak kembali menyala. Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran maupun total kerugian akibat insiden tersebut. Hingga berita ini diturunkan, proses penanganan masih berlangsung dan pihak terkait masi
Dalam proses evakuasi tersebut, satu pasien dikabarkan meninggal dunia. Sementara satu pasien lainnya dalam kondisi kritis dan langsung mendapat penanganan intensif dari tim medis.
Ketua Tim Kerja Operasional Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surabaya, Trianjaya, menyebut titik api diduga berasal dari area ruang bedah jantung dan ruang dokter di lantai 5.
“Titik api dari lantai 5. Infonya dari ruang bedah jantung. Ada ruang dokter dan profesor,” ujar Trianjaya saat ditemui di lokasi kejadian.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu akibat korsleting listrik. Setelah menerima laporan pertama, petugas pemadam langsung mengerahkan 13 unit mobil pemadam kebakaran untuk melakukan penanganan.
Selain itu, dua unit bronto skylift setinggi 55 meter dan 42 meter turut diterjunkan guna membantu proses evakuasi pasien dari gedung bertingkat tersebut. Salah satu skylift digunakan untuk menjangkau lantai atas yang dipenuhi asap tebal.
“Yang kami pakai bronto skylift 42 meter untuk mengevakuasi dua pasien dari lantai 6,” jelasnya.
Petugas pemadam akhirnya berhasil mengendalikan api sekitar pukul 07.35 WIB setelah lebih dari satu jam berjibaku melawan kobaran api dan asap pekat yang memenuhi ruangan gedung.
Trianjaya mengungkapkan proses pemadaman sempat mengalami hambatan karena tebalnya asap di dalam gedung. Selain itu, sistem jendela permanen yang tidak dapat dibuka membuat petugas harus memecahkan kaca untuk mempercepat sirkulasi udara dan mengurangi kepulan asap.
“Kendalanya asap tebal dan jendela mati sehingga harus memecahkan kaca untuk mengeluarkan asap,” tandasnya.
Polisi Lakukan Penyelidikan untuk Pastikan Penyebab Kebakaran
Terkait terbakarnya lantai 5 gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) RSUD Dr Soetomo, Surabaya pada Jum’at (15/5/2026) masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.
Hal tersebut ditegaskan oleh Kapolsek Gubeng Kompol Eko Sudarmantobyang menyebut jika terkait penyebab kebakaran saat ini masih dalam penyelidikan.
“Saat ini masih diselidiki lebih lanjut terkait penyebab. Dan apabila diperlukan nantinya penyelidikan akan melibatkan Tim Labfor Polda Jatim,” katanya.
Korban meninggal dunia seorang pasien berinisial, S, 46, warga Desa Kapuan, Cepu, Blora. Sementara untuk semua pasien di gedung PPJT sudah dievakuasi semua ke gedung lain di RSUD Dr Soetomo
Ketua Tim Kerja Operasional Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surabaya, Trianjaya, menyebut titik api diduga berasal dari area ruang bedah jantung dan ruang dokter di lantai 5.
“Titik api dari lantai 5. Infonya dari ruang bedah jantung. Ada ruang dokter dan profesor,” ujar Trianjaya saat ditemui di lokasi kejadian.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu akibat korsleting listrik. Setelah menerima laporan pertama, petugas pemadam langsung mengerahkan 13 unit mobil pemadam kebakaran untuk melakukan penanganan. (RJ1)






