SURABAYA (RadarJatim.id) – Di tengah derasnya arus transformasi digital, Afiliasi Pengajar, Peneliti Budaya, Bahasa, Sastra, Komunikasi, Seni, dan Desain (APEBSKID) Pusat dan Komisariat Jawa Timur bersama Universitas Negeri Surabaya (Unesa) akan menyelenggarakan konferensi internasional bergengsi. Konferensi The 3rd APEBSKID International Conference on Multidisciplinary Studies (AICoMS) ini diagendakan berlangsung pada 18-20 September 2026 di Gedung Graha Utama, BBPMP Jatim, Surabaya.
Konferensi ini mengusung tema besar “Embedding the SDGs into Culture, Language, Literature, Communication, Arts, and Design for a Digital Age” (Mengintegrasikan SDGs ke dalam Budaya, Bahasa, Sastra, Komunikasi, Seni, dan Desain untuk Era Digital). Tema ini lahir dari kesadaran, bahwa dimensi pembangunan manusia yang lunak, seperti nilai budaya dan ekspresi seni, kerap terpinggirkan dalam diskursus tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), padahal isu-isu fundamental seperti perubahan iklim dan kesenjangan sosial, berakar kuat pada narasi dan cara pandang masyarakat.
Ketua Panitia, Dr Drs Much. Khoiri, MSi, menekankan, konferensi ini dirancang sebagai ruang dialog kritis dan kolaborasi.
“Kami tidak sekadar mengadakan pertemuan ilmiah. Kami ingin menjembatani kesenjangan antara agenda global SDGs dan ranah humaniora di era disrupsi digital,” ujarnya, Jumat (10/7/2026).
Ia berharap, para peneliti dan pengajar dapat hadir secara langsung di Surabaya. Diskusi dan kolaborasi yang terjadi secara luring memiliki energi dan kedalaman yang sulit tergantikan. Surabaya, dengan semangat kolaborasi dan ketangguhannya, lanjut Khoiri, merupakan tempat yang tepat untuk merumuskan bersama bagaimana kekayaan budaya Nusantara dapat berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.
Konferensi ini akan menghadirkan deretan pembicara utama dari berbagai belahan dunia. Mereka adalah Prof Dr Fauzan, MPd, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, sebagai Keynote Speaker. Para ahli internasional, seperti Vania Kohln, PhD (Universität zu Köln, Jerman), Dr Kawasaki Naomi (Ahli Bahasa dan Budaya, Jepang), juga Dr Stefan Kutzenberger (Universität Wien, Austria).
Selain itu, akan hadir pula Prof Dr Setya Yuwana Sudikan, MA (Dewan Pakar APEBSKID), Dr Ir Hugua, MLing (Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara), dan Assoc Prof Zhang Jinghuo, MA (Boading University, China), sebagai pembicara utama yang akan membagikan perspektif, baik dari ranah akademik maupun kebijakan publik.
Kegiatan ini menargetkan partisipasi peserta dari kalangan akademisi, praktisi budaya, seniman, desainer, hingga mahasiswa dari dalam maupun luar negeri. Rangkaian acara akan mencakup pemaparan dari para pakar, sesi paralel di enam bidang kajian (Budaya, Sastra, Bahasa, Komunikasi, Seni, dan Desain), hingga panel diskusi interaktif. Para pemakalah juga berkesempatan mempublikasikan artikel mereka dalam prosiding terindeks EBSCO, WOS, atau jurnal Sinta terakreditasi.
Selain itu, tambah Khoiri, untuk peserta yang hadir di lokasi, panitia akan menyediakan ruang untuk klinik naskah. Bahkan, panitia akan menyediakan MoU Corner untuk memfasilitasi penandatanganan MoU antarperguruan tinggi, APEBSKID, dan pihak lain yang berminat. Tak terlewatkan, akan ada peluncuran buku. Bagi para peneliti dan pengajar yang berminat, pendaftaran abstrak dibuka hingga 30 Juli 2026, sedangkan pengumpulan full paper dilakukan hingga 21 Agustus 2026. (sha)







