SIDOARJO RadarJatim.id) — Memasuki masa liburan sekolah, sejumlah lembaga pendidikan di Kabupaten Sidoarjo memanfaatkan momen ini untuk mengedukasi siswa-siswinya dengan membuat konten kreator, pada Minggu (5/7/2026) pagi.
Mereka adalah para siswa SD Islam Nurul Hikam Banjarbendo Sidoarjo dan siswa SMP PGRI 9 Sidoarjo, dengan sasaran lokasi destinasi wisata edukasi adalah di Museum Negeri Mpu Tantular Jawa Timur yang terletak di Jl. Jenggolo Buduran Sidoarjo.
Semua siswa terlihat sangat antusias sekali saat membuat konten kreator, mereka yang terdiri dari beberapa tim dengan wajah yang ceria memanfaat pengambilan gambar di spots-spots Museum Negeri Mpu Tantular yang memiliki ribuan koleksi benda bersejarah Jawa Timur.
Dengan kemampuan masing-masing, ada yang mengambil gambar melalui ponselnya, ada pula juga yang menjadi host dengan gaya yang masih ragu-ragu, namun ada juga yang sudah percaya diri, dengan dipandu langsung oleh Tim Konten Kreator Nasional yang dipimpin oleh Setya Ardhianta, MM.
Kegiatan yang dikemas dalam ‘Workhop Digital Creative’ ini dipantau langsung oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sidoarjo Dr. Netti Lastininsih, M.Pd.

Di sela-sela memantau, Netti Lastiningsih menuturkan kalau kegiatan ini dilakukan oleh pihak sekolah sebagai tindak lanjut dari surat edaran yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, yang merupakan turunan dari instruksi Gubernur Jawa Timur dan Bupati Sidoarjo.
Jadi, kami terus memantau pelaksanaan kegiatan liburan sekolah ini. Pihaknya juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada sekolah-sekolah yang telah menerapkan konsep liburan edukatif tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi sekali dari SMP PGRI 9 Sidoarjo dan juga dari SDI Nurul Hikam yang sudah melaksanakan kegiatan ini,” katanya.
Dalam kegiatan wisata edukasi ini, para siswa tidak hanya sekadar menikmati liburan. Mereka juga diberikan pelatihan dan diajarkan berbagai keterampilan bermanfaat, seperti kemampuan berbicara di depan umum (public speaking) serta cara membuat konten yang positif. “Dengan demikian, masa liburan sekolah diharapkan menjadi lebih bermakna bagi perkembangan siswa,” harapnya.
Dr. Netti juga menegaskan bahwa kegiatan ini bersifat himbauan melalui surat edaran, bukan sebuah kewajiban. Sekolah maupun keluarga dibebaskan untuk memilih tempat liburan yang diinginkan, baik bersama keluarga maupun teman-teman sekolah.
Selain itu, Dinas Pendidikan juga mengajak para orang tua untuk turut serta menyajikan liburan yang memiliki nilai edukasi bagi anak-anak mereka.
“Saya juga ingin mengajak orang tua, bahwa mengajak libur anak-anaknya itu ayo liburan yang juga ada edukasinya, selain memang untuk menyenangkan anak-anaknya, juga bermanfaat,” ajaknya.
Sementara itu, Setya Ardhianta juga menjelaskan kalau materi yang diberikan dirancang secara komprehensif, mulai dari aspek pengembangan diri hingga teknis digital.
Beberapa materi utamanya meliputi Public Speaking & Percaya Diri, untuk melatih keberanian dan kemampuan anak untuk berbicara di depan umum.
Juga Pembuatan Vlog, yaitu mengajarkan anak-anak membuat konten video agar mereka yakin dan berani mengekspresikan diri, dan berikutnya adalah Editing Video & Twibbon, serta Pembuatan Website, anak-anak diajarkan membuat website sendiri untuk membangun personal branding.
”Fungsinya adalah agar anak-anak ini memiliki personal branding. Ini lho saya, siswa yang hebat dan berprestasi, sehingga dapat menumbuhkan generasi ke depan yang percaya diri,” ungkap Setya Ardhianta.
Guru PPKN sekaligus Pembina OSIS SMP PGRI 9 Sidoarjo, Detisan Arfa, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap program ini.
Menurutnya, pelatihan digital kreatif sangat dibutuhkan oleh para siswa untuk menghadapi perkembangan zaman serta membangun rasa percaya diri mereka.
“Menurut saya bagus untuk siswa-siswa, apalagi SMP saya PGRI 9 Sidoarjo sangat membutuhkan pendidikan seperti ini, yaitu digital kreatif, yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Sidoarjo. Sangat membangun untuk kepercayaan diri siswa anak-anak saya di SMP PGRI 9 Sidoarjo agar lebih berkembang lagi untuk digital kreatifnya,” ujar Detisan Arfa saat ditemui di lokasi kegiatan.

“Diharapkan di sekolah nanti anak-anak bisa membuat konten-konten edukasi, konten-konten positif tentang sekolah kami, SMP PGRI 9 Sidoarjo agar lebih terkenal, lebih dikenal masyarakat pada umumnya,” harap Detisan.
Hasil pantauan di lokasi sangat luar biasa, mereka para siswa yang masih duduk di kelas 5 SD sudah bisa membuat website sendiri, dengan tampilan yang sangat bagus.
“Alhamdulillah saya sudah bisa membuat sendiri. Akan saya kembangkan terus, siapa tahu bisa bermanfaat untuk saya kedepannya,” ungkap Aisyah Hasna Shofiyah siswi kelas 5 SDI Nurul Hikam Sidoarjo.(mad)







