KEDIRI (Radarjatim.id) Rentetan kebakaran terjadi di Kabupaten Kediri dalam waktu kurang dari 12 jam pada Jumat (29/5/2026). Tiga lokasi berbeda dilalap api, mulai dari rumah warga, kandang sapi, hingga hamparan lahan tebu seluas sekitar 5,5 hektar.
Peristiwa pertama terjadi di Dusun Sumberjo, Desa Sumberjo, Kecamatan Grogol sekitar tengah hari.
Kebakaran bermula saat pemilik rumah tengah beristirahat. Tiba-tiba terdengar suara ledakan dari dalam rumah. Setelah diperiksa, api diketahui sudah membakar kasur dan tempat tidur.
Dugaan awal, sumber api berasal dari korsleting listrik pada stop kontak yang berada di atas kasur dalam kondisi menyala.
Laporan masuk ke Pos Damkar Grogol pukul 12.32 WIB. Dua menit kemudian petugas bergerak menuju lokasi dan berhasil mengendalikan api kurang dari satu jam.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut menyebabkan kerugian sekitar Rp 7,5 juta.
Belum reda penanganan kebakaran rumah, insiden lain terjadi pada petang hari di Dusun Mojoroto, Desa Wonokerto, Kecamatan Plemahan.
Sebuah kandang sapi milik warga bernama Wasis terbakar setelah pemilik diduga membakar sisa pakan ternak di sekitar kandang.
Api yang awalnya kecil dengan cepat membesar dan menyambar seluruh bangunan kandang.
Pemilik sempat berusaha memadamkan api menggunakan alat seadanya. Namun, upaya itu justru membuatnya terkena sambaran api hingga mengalami luka bakar ringan.
Tak hanya itu, dua ekor sapi di dalam kandang juga ikut terdampak dan mengalami luka bakar serta lecet.
Tim Damkar Pos Pare mengerahkan dua unit armada ke lokasi untuk mencegah api merembet ke rumah warga di sekitar area kebakaran.
Akibat kejadian tersebut, kerugian ditaksir mencapai Rp 30 juta. Meski demikian, petugas menyebut bangunan rumah, kendaraan, dan sejumlah aset lain bernilai ratusan juta rupiah berhasil diselamatkan.
Kebakaran paling besar terjadi di Kecamatan Tarokan.
Api melahap lahan tebu di Dusun Pilangbangu, Desa Tarokan, sejak sore hingga malam hari.
Menurut laporan petugas, kebakaran pertama kali diketahui warga yang melintas di sekitar lokasi. Dugaan sementara, api berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan di area kebun.
Kondisi daun tebu yang mengering serta embusan angin membuat kobaran api cepat meluas.
Total lahan yang terbakar mencapai sekitar 5,5 hektar, terdiri dari sekitar 1 hektar milik PG Mrican dan sekitar 4,5 hektar milik seorang warga bernama Hendrik.
Petugas Damkar membutuhkan waktu lebih dari empat jam untuk menjinakkan api. Kerugian akibat kebakaran lahan tebu itu diperkirakan mencapai Rp 275 juta.
Plt Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengatakan, seluruh kejadian berhasil ditangani petugas tanpa korban meninggal dunia.
Ia meminta masyarakat, untuk lebih waspada terhadap sumber pemicu kebakaran, terutama instalasi listrik, aktivitas pembakaran terbuka, serta kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan.
“Potensi kebakaran bisa muncul dari hal-hal yang terlihat sepele. Kami mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan agar kejadian serupa tidak terulang,” pesan Kaleb. (Srul)






